Langsung ke konten utama

Pemahaman Kristen tentang Allah Tritunggal

 ALLAH DAN TRITUNGGAL 


[1]. Tuhan Allah adalah satu-satunya Allah yang hidup dan benar. (#/TB 1Kor 8:4,6; Ul 6:4; Yer 10:10*) Dia ada oleh Dia dan dari Dia sendiri dan tanpa batas dalam ada-Nya dan kesempurnaan-Nya (#/TB Yes 48:12*). Hakekat-Nya tidak dapat dimengerti oleh seorangpun kecuali oleh Dia sendiri. Allah itu adalah Roh, tidak tampak, tanpa tubuh atau anggota-anggota tubuh dan juga tidak mempunyai perasaan yang dapat berubah seperti manusia (#/TB Yoh 4:24; 1Tim 1:7; Ul 4:15,16; Mal 3:6*). Dia sendiri yang memiliki kekekalan dan Ia tinggal di tempat di mana cahayanya melampaui yang dapat ditahan oleh manusia. Ia tidak berubah. Ia melebihi semua konsep-konsep kita mengenai Dia dan bersifat kekal, tak dapat dimengerti, mahakuasa dan tak terbatas (#/TB 1Raj 8:27; Yer 23:23,34; Mazm 90:2; Kej 17:1*). Ia adalah Pribadi yang mahasuci, bijaksana, bebas dan mutlak (#/TB Yes 6:3*). Semua yang dilakukan-Nya berdasarkan kehendak-Nya yang bersifat tak berubah, benar dan dilakukan untuk kemuliaan-Nya sendiri (#/TB Mazm 115:3; Yes 46:10; Ams 16:4; Rom 11:36*). Ia mahakasih, mahamurah, penuh rahmat dan berbelaskasihan. Ia berlimpah kebaikan, kebajikan dan kebenaran (#/TB Kel 34:6*). Ia mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa (#/TB Kel 4:7*). Ia memberi pahala kepada orang yang mencari-Nya dengan rajin (#/TB Ibr 11:16*). Ia membenci dosa (#/TB Mazm 5:6,7*). Ia tidak akan mengabaikan kesalahan atau membebaskan orang yang bersalah dari hukuman. Ia sangat adil dalam menjalankan penghakiman (#/TB Neh 9:32,33; Kej 34:7*). 


[2]. Allah memiliki seluruh yang ada dan tidak memerlukan suatupun. Segala kehidupan, kemuliaan, kebajikan dan berkat terdapat di dalam Allah dan hanya di dalam Allah (#/TB Yoh 5:26; Mazm 148:13; 119:68*). Ia tidak memerlukan suatupun dari yang diciptakan oleh-Nya atau mendapat kemuliaan-Nya dari makhluk-makhluk itu (#/TB Ayub 22:2,3; Rom 11:34,35*). Melainkan, Allah menyatakan kemuliaan-Nya di dalam dan oleh ciptaan-ciptaan-Nya itu. Ia adalah satu-satunya sumber bagi segala makhluk, dan asal-usul, saluran dan akhir bagi segala sesuatu (#/TB Rom 11:36*). Ia berdaulat atas segala ciptaan-Nya (#/TB Dan 4:25,34,35*). Ia mempergunakan segala ciptaan-Nya menurut apa yang menyenangkan-Nya dan melakukan segala yang dikehendaki-Nya untuk ciptaan-Nya. Ia dapat memandang inti atau hati segala sesuatu (#/TB Ibr 4:13; Yeh 11:5*). Pengetahuan-Nya tak terbatas dan tak dapat salah (#/TB Kis 15:18*). Bagi Allah tidak ada satu hal yang tidak pasti atau mendatangkan kerugian bagi-Nya, karena Allah tidak tergantung pada ciptaan-ciptaan-Nya. Di dalam semua keputusan, kelakuan dan perintah-Nya Ia bersifat mahasuci (#/TB Mazm 145:17*). Malaikat bersama-sama dengan manusia patut menyembah, melayani, menaati Allah dan melakukan apa yang diperintahkan-Nya (#/TB Wahy 5:12- 14*). 


[3]. Tiga Pribadi ilahi yang adalah Allah Bapa, Anak (atau Firman) dan Roh Kudus (#/TB 1Yoh 5:7; Mat 28:19; 2Kor 13:13*). Ketiga-tiganya adalah satu dalam wujud-Nya, kuasa-Nya dan keabadian-Nya. Setiap pribadi itu sepenuhnya Allah, tetapi Allah itu mahaesa dan tidak terbagi (#/TB Yoh 14:11; 1Kor 8:6*). Bapa itu tidak dijadikan atau dilahirkan ataupun dibuat. Ia adalah Bapa secara kekal bagi Anak yang Tunggal (#/TB Yoh 1:14,18*). Roh Kudus itu keluar dari Bapa dan Anak itu (#/TB Yoh 15:26; Gal 4:6*). Ketiga pribadi itu menjadi satu Allah yang tak terbatas dan tanpa permulaan. Ketiganya tidak dapat dibagi dalam sifat ataupun keberadaannya. Ketiga pribadi itu dibedakan oleh Alkitab dari segi hubungan antar pribadi di dalam keilahian itu dan oleh macam pekerjaan yang dilakukan. Ketritunggalan Allah menjadi dasar bagi persekutuan kita dengan Dia dan dasar penghiburan yang kita peroleh dari ketergantungan kita kepada-Nya. 


Pemahaman Kristen tentang Allah Tritunggal

Dalam iman Kristen, Allah adalah satu-satunya Allah yang hidup dan benar. Ia kekal, tidak berubah, mahasuci, mahakuasa, mahatahu, dan tidak bergantung pada apa pun di luar diri-Nya. Allah adalah Roh, sehingga hakikat-Nya tidak dibatasi oleh bentuk jasmani seperti manusia. Ia juga adil, penuh kasih, murah hati, dan berbelaskasihan, tetapi sekaligus membenci dosa dan menjalankan penghakiman dengan benar.

Allah adalah Pencipta sekaligus pemelihara segala sesuatu. Seluruh kehidupan, berkat, dan kemuliaan berasal dari Dia. Ia tidak memerlukan ciptaan-Nya, tetapi justru menyatakan kemuliaan-Nya melalui ciptaan tersebut. Karena itu, semua makhluk, baik malaikat maupun manusia, dipanggil untuk menyembah, melayani, dan menaati-Nya.

Iman Kristen juga mengajarkan bahwa Allah itu esa, tetapi menyatakan diri dalam tiga Pribadi yang kudus, yaitu Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Ketiganya adalah satu dalam hakikat, kuasa, dan keabadian. Allah Bapa bukan ciptaan, Allah Anak adalah Firman yang menjadi manusia dalam Yesus Kristus, dan Allah Roh Kudus hadir serta bekerja dalam hidup orang percaya. Ketiga Pribadi ini bukan tiga Allah, melainkan satu Allah yang dinyatakan dalam persekutuan yang sempurna.

Pemahaman tentang Allah Tritunggal ini menjadi dasar iman Kristen. Melalui Allah Bapa, manusia mengenal Sang Pencipta; melalui Allah Anak, manusia menerima penebusan dan keselamatan; dan melalui Allah Roh Kudus, orang percaya dikuatkan, dihibur, dan dipimpin untuk hidup sesuai kehendak Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...