Langsung ke konten utama

“Mazmur 23 Hidup di Rumah Sakit: Saat Damai Tuhan Menyentuh Pasien” — “Tidak Takut di Lembah Sakit: Penyuluh Agama Kristen Hadirkan Kasih di RSUD Waibakul”


 

Gembala yang Baik di Lembah Penyembuhan

Waibakul, 16 Maret 2026 –
Dalam semangat pelayanan dan panggilan iman, Penyuluh Agama Kristen Alfred Umbu Oka, S.Pd. dari Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah melaksanakan kegiatan bimbingan konseling pastoral di RSUD Waibakul, melalui tugas WFA (Work From Anywhere).
Kegiatan ini mengangkat topik yang penuh makna:
“Gembala yang Baik di Lembah Penyembuhan,” berdasarkan Mazmur 23:1,4 —
“Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku... Walaupun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.”

Kegiatan ini mengundang para tenaga kesehatan dan pasien untuk merenungkan kembali makna kehadiran Tuhan sebagai Gembala yang Baik di tengah penderitaan dan sakit. RSUD bukan sekadar tempat pengobatan, tetapi lembah penyembuhan, di mana kasih Allah bekerja melalui tangan para pelayan dan tenaga medis. Di setiap ruang perawatan, di antara suara alat medis dan helaan napas lemah, Tuhan hadir bersama mereka yang berjuang.

Dalam suasana tenang di bangsal perawatan, penyuluh Alfred Umbu Oka, S.Pd. membuka renungan dengan kalimat yang menggetarkan:

“Tuhan tidak hanya menunggu kita sembuh, tapi berjalan bersama kita dalam proses penyembuhan. Di lembah sakit, Dia bukan penonton — tapi Gembala yang setia.”

Renungan itu menyentuh hati para pasien yang mendengarkan dengan saksama. Sebagian meneteskan air mata, bukan karena rasa sakit, tetapi karena harapan dan damai yang perlahan tumbuh kembali. Mereka diingatkan bahwa Mazmur 23 bukan sekadar doa hafalan, melainkan janji pasti dari Allah yang hadir dalam penderitaan.

Dalam kesempatan itu, penyuluh mengajak mereka untuk berani percaya bahwa Tuhan berjalan di samping kita — lewat kasih tenaga medis, sapaan seorang perawat, atau doa kecil di tengah malam panjang yang sunyi.

Di sesi refleksi, penyuluh mengangkat pertanyaan yang menggelitik hati:

  • Saat pasien merasa takut, apakah mereka menemukan Gembala yang menenangkan, atau hanya hening yang menakutkan?

  • Saat tubuh lemah dan iman mulai meredup, apakah Gembala masih dirasakan di sekitar mereka, atau telah kita biarkan lewat begitu saja?

  • Jika Tuhan hadir di lembah ini, apakah kita siap menyambut-Nya dengan iman yang hidup?

“Menjadi gembala,” kata Alfred Umbu Oka, “berarti membawa kasih dan harapan — bahkan hanya dengan satu doa yang tulus atau senyum yang menenangkan.” Rumah sakit menjadi gereja dalam bentuk lain: tempat doa, tempat kasih, tempat kesembuhan jiwa dan raga.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama di ruang rawat pasien. Suasana berubah haru. Beberapa pasien menutup mata sambil menggenggam tangan penyuluh, seolah ingin berkata, “Kami tidak sendiri.”

Melalui WFA Penyuluhan Pastoral ini, RSUD Waibakul menyadari bahwa setiap ruang sakit punya cerita, setiap air mata punya makna, dan setiap perjumpaan adalah kesempatan menjadi Gembala yang Baik bagi sesama.

Tuhan hadir di lembah penyembuhan — lewat kita semua.
Pertanyaannya, maukah kita menjadi tangan yang menguatkan atau hanya mata yang menonton?

#PenyuluhAgamaKristen #AlfredUmbuOka #KemenagSumbaTengah #RSUDWaibakul #Mazmur23 #GembalaYangBaik #WFA #KonselingPastoral #KasihDalamPelayanan #LembahPenyembuhan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...