Langsung ke konten utama

“Moderasi Beragama: Keluarga, Sekolah Kasih Sehari-hari.”

 



Keluarga: Sekolah Kasih Sehari-hari

Keluarga bukan hanya tempat bernaung, tetapi juga ruang belajar sejati di mana setiap orang berlatih mengasihi, memahami, dan menghargai satu sama lain. Dalam semangat itulah, Penyuluh Agama Kristen Alfred Umbu Oka, S.Pd. dari Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah melalui program WFA (Work From Anywhere) melaksanakan bimbingan penyuluhan bagi kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera Jemaat GKS Waikambila Bijuk Pusat, sebagai upaya memperkuat nilai kasih dan kebersamaan dalam kehidupan keluarga Kristen di tengah masyarakat yang majemuk.

Kegiatan ini mengusung tema besar “Moderasi Beragama” dengan subtema: “Keluarga: Sekolah Kasih Sehari-hari,” yang diambil dari Kolose 3:14:

“Dan di atas semuanya itu, kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

Kegiatan berlangsung penuh kehangatan, dipimpin oleh Ketua BPMJ GKS Waikambila Bijuk, Pdt. Patricia Anamila, S.Th., yang membuka persekutuan dengan doa dan pengantar reflektif. Beliau mengingatkan, bahwa kasih bukan hanya diajarkan di mimbar, melainkan dihidupi setiap hari di tengah keluarga — saat saling mendengar, saling memahami, dan saling memaafkan.

Dalam sesi penyuluhan, Alfred Umbu Oka, S.Pd. mengajak setiap keluarga untuk merenungkan peran rumah tangga sebagai tempat pertama belajar kasih dan toleransi.
“Kita sering berpikir moderasi itu soal pertemuan antaragama,” ujarnya lembut, “padahal akar moderasi ada di rumah: di meja makan, di cara kita bicara, di sabar kita menghadapi perbedaan pendapat anak dan pasangan.”

Lewat diskusi yang ringan dan hangat, penyuluh mendorong keluarga-keluarga jemaat untuk bertanya dalam diri:
Apakah rumahku sudah menjadi tempat kasih tumbuh, atau justru jadi tempat perasaan luka disimpan?
Apakah aku sudah membiasakan anak-anak berdialog dengan tenang, atau masih cepat marah dan menutup telinga?
Apakah aku membuka pintu dan hati bagi tetangga dari latar berbeda, atau membiarkan tembok prasangka terus berdiri?

Senyum dan tawa kecil sesekali terdengar di antara jemaat — bukan karena lucu, tapi karena mereka merasa “tersentuh”. Banyak yang menyadari bahwa kasih yang diajarkan Kolose 3:14 sesungguhnya adalah cara hidup yang sederhana namun sulit: mau mendengar, mau menolong, dan mau memaafkan.

“Kalau kasih jadi pakaian sehari-hari kita,” lanjut Alfred Umbu Oka, “keluarga tidak akan mudah pecah, dan masyarakat tidak akan mudah saling curiga.” Ia menegaskan bahwa rumah tangga harus menjadi sekolah pertama moderasi beragama. Dari rumah yang penuh cinta, lahir generasi yang mampu hidup damai—dengan siapa pun, di mana pun.

Persekutuan diakhiri dengan doa bersama dan seruan untuk terus menanam kasih Kristus di tengah masyarakat yang majemuk. Jemaat sepakat bahwa kasih itulah tali yang menyatukan segalanya dengan sempurna.

Keluarga Waikambila Bijuk Pusat hari itu belajar satu hal berharga:
kasih bukan bahan kotbah, tetapi gaya hidup.

Mari jadikan setiap rumah sebagai sekolah kasih—tempat belajar mengampuni, memahami, dan menebar damai setiap hari.

#PenyuluhAgamaKristen #AlfredUmbuOka #KemenagSumbaTengah #GKSWaikambilaBijuk #ModerasiBeragama #KeluargaKristenBahagiaSejahtera #Kolose314 #WFA #SekolahKasih



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...