Hidup Kudus dan Bijak Bergaul: Pembinaan Iman bagi Pemuda dan Remaja GKS Waikambila Bijuk di Cabang Waideri
Waibakul, Jumat 8 Mei 2026 — Dalam suasana yang sederhana namun penuh kehangatan, Penyuluh Agama Kristen Alfred Umbu Oka, S.Pd. membimbing 8 pemuda dan remaja di Cabang Waideri dengan tema “Hidup Kudus dan Bijak Bergaul” berdasarkan Mazmur 25:4–5. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan yang sangat penting untuk meneguhkan iman generasi muda agar tetap kuat, teguh, dan bijaksana dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Pembinaan kepada pemuda dan remaja bukan hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah investasi rohani untuk masa depan gereja dan masyarakat. Generasi muda adalah bagian yang sangat berharga dalam tubuh Kristus. Karena itu, mereka perlu dibekali dengan firman Tuhan supaya mampu menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari pengaruh pergaulan, perkembangan teknologi, hingga godaan untuk hidup jauh dari nilai-nilai kekudusan.
Mazmur 25:4–5 mengajarkan doa yang sangat indah: “Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bimbinglah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku.” Ayat ini menjadi dasar yang kuat bagi setiap pemuda dan remaja Kristen untuk selalu mencari tuntunan Tuhan dalam hidupnya. Hidup kudus bukan berarti hidup terpisah dari dunia, tetapi hidup yang mampu menjaga diri, memilih pergaulan yang sehat, dan tetap berpegang pada kebenaran firman Tuhan.
Dalam pembinaan tersebut, para pemuda dan remaja diajak untuk memahami bahwa kebijaksanaan dalam bergaul sangat menentukan arah hidup seseorang. Pergaulan yang baik akan menumbuhkan karakter yang baik, sedangkan pergaulan yang salah dapat membawa seseorang pada kebiasaan yang merusak iman dan masa depan. Oleh sebab itu, mereka diajak untuk lebih berhati-hati dalam memilih teman, menjaga perkataan, dan membangun sikap yang mencerminkan kasih Kristus.
Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan bahwa kekudusan bukan hanya soal ibadah di gereja, tetapi juga tentang bagaimana seseorang hidup di rumah, di sekolah, di tempat kerja, dan di tengah masyarakat. Seorang pemuda Kristen dipanggil untuk menjadi terang dan teladan, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari. Dengan hidup kudus, generasi muda dapat menunjukkan bahwa iman kepada Kristus benar-benar membawa perubahan yang nyata.
Pembinaan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Kristen Alfred Umbu Oka, S.Pd. ini juga menjadi bentuk perhatian nyata terhadap pertumbuhan rohani generasi muda di Waideri. Melalui pendekatan yang bersahabat, penuh kasih, dan berbasis firman Tuhan, para peserta diajak untuk terbuka, belajar bersama, dan membangun komitmen untuk hidup lebih baik di hadapan Tuhan maupun sesama.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kecil yang memberi dampak besar. Dari delapan pemuda dan remaja yang hadir, tumbuh harapan bahwa mereka akan menjadi generasi yang takut akan Tuhan, memiliki moral yang baik, serta mampu menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat. Gereja membutuhkan pemuda dan remaja yang tidak hanya aktif secara sosial, tetapi juga kuat secara rohani.
Melalui tema “Hidup Kudus dan Bijak Bergaul”, pesan yang ingin ditegaskan sangat jelas: iman yang sehat akan membentuk karakter yang baik, dan karakter yang baik akan menghasilkan kehidupan yang memberkati banyak orang. Karena itu, pembinaan seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan secara berkelanjutan.
Semoga melalui kegiatan ini, para pemuda dan remaja Cabang Waideri semakin bertumbuh dalam iman, semakin bijaksana dalam pergaulan, dan semakin setia berjalan di jalan Tuhan. Sebab ketika generasi muda hidup dalam kekudusan, maka masa depan gereja dan bangsa pun akan semakin kuat dan penuh pengharapan.

Komentar
Posting Komentar