Langsung ke konten utama

Menabur Damai di Waimoru: Membangun Keluarga yang Tangguh dan Penuh Kasih


Tema: Keluarga Bebas Kekerasan, Rumah Penuh Damai

Dasar Alkitab: Efesus 4:31-32

Di tengah keterbatasan akses dan tantangan kehidupan di daerah terpencil, keluarga tetaplah menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan iman dan karakter. Menyadari hal ini, Penyuluh Agama Kristen Alfred Umbu Oka, S.Pd. hadir menyapa masyarakat di Cabang Waimoru untuk bersama-sama merenungkan pentingnya menciptakan rumah tangga yang harmonis. Bimbingan penyuluhan yang diikuti oleh 18 orang warga ini menjadi ruang refleksi mendalam mengenai tema “Keluarga Bebas Kekerasan, Rumah Penuh Damai.”

Mengutip nasihat Rasul Paulus dalam Efesus 4:31-32, penyuluh mengajak jemaat untuk dengan berani melepaskan segala bentuk "kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah." Bukan sekadar teori, pesan ini diterjemahkan sebagai langkah nyata untuk mengganti amarah dengan kasih karunia. Di daerah dengan mobilitas yang menantang, rumah adalah satu-satunya tempat "pelabuhan" bagi setiap anggota keluarga; maka, menciptakan suasana yang bebas dari kekerasan fisik maupun verbal adalah misi mendesak untuk menjaga kesehatan mental dan spiritual warga.

Dalam pemaparannya, Alfred Umbu Oka, S.Pd. menyampaikan bahwa pendidikan iman tidak selalu dimulai dari mimbar gereja yang besar, melainkan dari meja makan dan percakapan sehari-hari di rumah. Ketika orang tua mampu menahan diri dari kemarahan dan memilih jalan pengampunan, anak-anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri dan kasih yang tulus. "Rumah tangga adalah sekolah pertama," ujarnya. "Jika kita tidak menciptakan perdamaian di dalam rumah sendiri, bagaimana kita bisa membawa damai bagi desa kita?"

Bagi masyarakat di Cabang Waimoru, bimbingan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah gerakan pemulihan. Banyak peserta yang menyadari bahwa tantangan ekonomi atau kehidupan di daerah terpencil sering kali memicu tekanan yang berujung pada pertengkaran. Namun, melalui firman Tuhan, mereka diingatkan kembali untuk saling mengampuni, "sama seperti Allah dalam Kristus telah mengampuni kamu."

Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama untuk saling menjaga. Masyarakat Waimoru diajak untuk menjadikan rumah mereka sebagai “Rumah Damai”, tempat di mana kasih Kristus dipraktikkan tanpa henti. Dengan mempererat ikatan keluarga yang bebas dari kekerasan, iman Kristen bukan hanya sekadar identitas, melainkan kekuatan yang menopang masyarakat untuk tetap tangguh, bersukacita, dan menjadi terang di tengah daerah terpencil.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...