Makna Salib bagi Umat Kristiani dan Kaitannya dengan Moderasi Beragama
Tentu, berikut versi yang sudah disesuaikan dengan jumlah peserta 9 orang:
Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di Cabang Waideri
Tema: Kasih sebagai Jembatan Antaragama
Dasar Alkitab: Galatia 5:22
Keluarga Kristen dipanggil untuk menjadi rumah yang penuh kasih, damai, dan saling menghormati. Melalui kasih yang lahir dari Roh Kudus, keluarga bukan hanya menjadi tempat bertumbuh dalam iman, tetapi juga menjadi jembatan yang menghadirkan kerukunan di tengah perbedaan agama dan budaya.
Dalam rangka itu, Penyuluh Agama Kristen Alfred Umbu Oka, S.Pd. melakukan bimbingan penyuluhan kepada 9 orang dari kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di Cabang Waideri. Kegiatan ini mengangkat tema “Kasih sebagai Jembatan Antaragama” dengan dasar firman Tuhan dari Galatia 5:22, yang menegaskan bahwa buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, dan kesetiaan.
Nilai-nilai inilah yang perlu dihidupi dalam keluarga Kristen, supaya setiap anggota keluarga belajar berbicara dengan lemah lembut, menghargai sesama, dan tidak mudah tersulut oleh perbedaan. Ketika kasih menjadi dasar hidup rumah tangga, keluarga akan lebih mudah menjadi teladan dalam hidup rukun bersama siapa pun.
Dalam konteks moderasi beragama, keluarga memiliki peran penting sebagai tempat pertama anak belajar menghargai perbedaan. Karena itu, keluarga Kristen tidak hanya dipanggil untuk setia pada imannya sendiri, tetapi juga untuk hadir sebagai pembawa damai, penolong, dan sahabat bagi tetangga yang berbeda keyakinan. Sikap seperti ini membuat keluarga menjadi jembatan yang menghubungkan hubungan antaragama dengan kasih yang tulus.
Melalui bimbingan penyuluhan ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd. mendorong jemaat agar menjadikan kasih Kristus sebagai dasar hidup keluarga, supaya rumah tangga menjadi tempat yang damai, sejuk, dan membawa berkat bagi lingkungan sekitar.

Komentar
Posting Komentar