Langsung ke konten utama

(WFH)__Asta Protas dan Panggilan Iman untuk Merawat Bumi

Merawat Bumi sebagai Ibadah

Waikambila Bijuk, 17 April 2026 –
Dalam semangat iman yang hidup, Penyuluh Agama Kristen Alfred Umbu Oka, S.Pd. dari Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah melaksanakan penguatan ekoteologi bagi jemaat GKS Waikambila Bijuk melalui kegiatan nyata yang sederhana, tetapi bermakna besar: penanaman pohon kelengkeng di lingkungan gereja.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa iman kepada Allah tidak hanya dinyatakan lewat doa dan ibadah di gereja, tetapi juga melalui kepedulian terhadap alam ciptaan Tuhan. Sesuai dengan Kejadian 2:15, manusia dipanggil untuk “mengusahakan dan memelihara” bumi. Artinya, bumi bukan milik untuk dieksploitasi sesuka hati, melainkan rumah bersama yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Melalui gerakan sederhana ini, jemaat diajak untuk melihat bahwa merawat bumi adalah bagian dari ibadah. Menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan sumber daya dengan bijak merupakan wujud nyata dari kasih kepada Sang Pencipta. Pohon kelengkeng yang ditanam di lingkungan gereja bukan hanya menjadi simbol keindahan, tetapi juga tanda harapan agar gereja hadir sebagai tempat yang rindang, sehat, dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Aksi Nyata untuk Jemaat GKS Waikambila Bijuk

Sebagai bentuk tanggung jawab iman, jemaat diajak untuk melakukan langkah-langkah sederhana berikut:

  • Menanam pohon di lingkungan gereja dan rumah tangga.

  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

  • Membiasakan daur ulang dan menjaga kebersihan sekitar.

  • Menghemat air dan listrik dalam kegiatan ibadah.

  • Mengajak remaja, pemuda, dan keluarga berdiskusi tentang Alkitab dan kepedulian terhadap bumi.

Firman Tuhan dalam Mazmur 24:1 berkata:
“Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.”

Ayat ini menegaskan bahwa manusia hanyalah penatalayan, bukan pemilik mutlak. Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk menjaga bumi dengan bijak, rendah hati, dan penuh kesadaran iman.

Ekoteologi Kristen

Ekoteologi bukan sekadar topik baru, tetapi panggilan iman yang sangat penting di tengah tantangan lingkungan saat ini. Kekeringan, sampah, dan kerusakan alam menuntut umat Tuhan untuk bertindak, bukan hanya berbicara. Dalam terang iman Kristen, merawat ciptaan adalah bentuk syukur kepada Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dengan baik.

Melalui kegiatan ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd. mengajak jemaat GKS Waikambila Bijuk untuk mulai dari langkah kecil, tetapi berdampak besar. Dari lingkungan gereja, keluarga, sampai masyarakat, semua dipanggil untuk ikut menjaga bumi agar tetap lestari bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Pesan Utama

Bumi adalah rumah kita bersama.
Karena itu, merawat bumi adalah ibadah, dan menjaga ciptaan adalah wujud kasih kepada Tuhan.


“Rawat Bumi, Wujudkan Iman!” - mari jaga bersama sebagai ibadah.”

Hashtag

#EkoteologiKristen #RawatBumiSebagaiIbadah #GKSWaikambilaBijuk #PenyuluhAgamaKristen #AlfredUmbuOka #KemenagSumbaTengah #ImanDanCiptaan

Komentar

  1. cintailah bumi kita sebagai wujud kecintaan kita kepada yang Maha Kuasa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...