Langsung ke konten utama

arti Aku Percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, Khalik Langit dan Bumi



Pengakuan iman ini mengajar kita untuk mengenal Allah Bapa sebagai Pencipta, Pemelihara, dan Bapa yang penuh kasih. Kalimat “Aku percaya kepada Allah Bapa yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi” bukan sekadar kalimat hafalan, melainkan pengakuan bahwa seluruh hidup kita berada di tangan Allah yang hidup dan berkuasa. Ia bukan Allah yang jauh dan diam, tetapi Allah yang menciptakan, memelihara, memerintah, dan setia menyertai umat-Nya.

Dasar dari pengakuan ini terlihat jelas dalam **Kejadian 1:1**, yang menyatakan bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Artinya, Allah tidak membutuhkan bahan apa pun untuk menciptakan semuanya. Ia mencipta dengan kuasa firman-Nya. Karena itu, segala sesuatu yang ada berasal dari Dia. Tidak ada ciptaan yang berdiri sendiri tanpa kehendak dan kuasa Tuhan. Inilah yang membuat kita harus percaya bahwa hidup kita pun bukan kebetulan, melainkan hasil karya tangan Allah.


## Allah Bapa sebagai Pencipta

Ketika kita menyebut Allah sebagai Bapa yang mahakuasa, kita sedang mengakui bahwa Dia adalah sumber dari segala sesuatu. Ia bukan hanya menciptakan dunia pada awal mula, tetapi juga tetap memelihara ciptaan-Nya sampai sekarang. **Mazmur 145:15–16** menegaskan bahwa mata semua orang menantikan Dia dan Ia memberi mereka makanan pada waktunya. Ini menunjukkan bahwa Allah bukan hanya mencipta lalu meninggalkan, tetapi terus memerintah dan memelihara apa yang telah Ia jadikan.


Bagi orang Kristen, kebenaran ini sangat menghibur. Jika Allah menciptakan langit dan bumi, maka Ia tentu sanggup memelihara hidup kita juga. Karena itu, kita tidak perlu hidup dalam ketakutan berlebihan. Kita boleh bekerja, berusaha, dan merencanakan hidup, tetapi kita tetap bergantung kepada Allah yang memegang segala sesuatu. Ia tahu apa yang kita perlukan bahkan sebelum kita memintanya.


## Allah sebagai Bapa Kita

Pengakuan iman ini juga menjadi sangat pribadi karena kita percaya bahwa Allah bukan hanya Pencipta alam semesta, tetapi juga Bapa kita di dalam Kristus. **2 Korintus 6:18** mengatakan bahwa Tuhan akan menjadi Bapa kita dan kita akan menjadi anak-anak-Nya. Ini adalah hubungan yang sangat indah. Allah yang Mahakuasa tidak hanya jauh di surga, tetapi juga dekat sebagai Bapa yang mengasihi, mendengar, dan memperhatikan anak-anak-Nya.

Karena itu, orang percaya dapat bersandar kepada-Nya tanpa bimbang. Kita boleh datang kepada Allah dengan hati yang percaya, sebab Ia bukan Bapa yang lalai. Ia memelihara kita dalam segala keperluan, baik kebutuhan badan maupun jiwa. **Mazmur 55:23** mengingatkan kita untuk menyerahkan beban kepada Tuhan, dan Ia akan menopang kita. Ini berarti hidup orang Kristen tidak ditentukan oleh kekuatan diri sendiri, melainkan oleh pemeliharaan Allah yang setia.


## Allah Mengubah yang Buruk Menjadi Baik

Bagian yang sangat menguatkan dari pengakuan iman ini adalah keyakinan bahwa segala bencana yang ditimpakan dalam hidup ini akan diubah Tuhan menjadi kebaikan bagi kita. **Roma 8:28** menegaskan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Artinya, sekalipun hidup penuh sengsara, sakit, kesulitan, atau penderitaan, Allah tetap mampu memakai semuanya untuk tujuan yang baik.

Ini tidak berarti bahwa penderitaan itu menyenangkan, tetapi berarti Allah sanggup bekerja di dalamnya. Ia mengubah kesulitan menjadi pelajaran, luka menjadi penguatan, dan air mata menjadi jalan pertumbuhan iman. Karena Allah Mahakuasa, tidak ada keadaan yang terlalu sulit bagi-Nya. Dan karena Ia setia sebagai Bapa, kita dapat percaya bahwa semua yang terjadi berada dalam tangan-Nya yang baik.


## Penutup

Jadi, ketika kita berkata, “Aku percaya kepada Allah Bapa yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi,” kita sedang mengakui bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu, Pemelihara hidup kita, dan Bapa yang setia. Ia tidak hanya menciptakan dunia, tetapi juga memerintah dan memelihara hidup kita setiap hari. Karena itu, orang Kristen tidak perlu hidup dalam kecemasan, sebab hidupnya berada dalam tangan Bapa yang Mahakuasa dan penuh kasih.


kalau menarik, ikuti PART berikutnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...