Langsung ke konten utama

BAHAN KATEKISMUS HEIDELBERG Minggu Ke 6 dan Ke-7

 

KATEKISMUS HEIDELBERG

Minggu ke-6

BAGIAN II: TENTANG KELEPASAN MANUSIA

 

T: 16. Mengapakah Ia harus menjadi seorang manusia sejati dan benar?

J:  Sebab keadilan Allah menuntut, supaya tabiat manusia yang sudah berdosa itu menebus dosa (#/TB Rom 5:18*), dan seorang manusia yang berdosa tidak dapat menebus dosa orang lain (#/TB 1Pet 3:18*).

 

T: 17. Mengapakah Ia harus Allah sejati pula?

J:  Supaya dengan kuasa keallahanNya (#/TB Yes 9:5*) dapat Ia menanggung (#/TB Yes 53:11*) semua beban murka Allah atas kemanusiaanNya (#/TB Mazm 130:3*), dan dapatlah Ia memperoleh lagi kita keadilan dan kehidupan serta mengembalikannya kepada kita (#/TB 1Yoh 4:9*).

 

T: 18. Tetapi siapakah Pengantara itu, yang bukan saja Allah sejati (#/TB 1Yoh 5:20), melainkan manusia sejati (#/TB Rom 1:3*) dan benar (#/TB Ibr 4:15*) pula?

J:  Tuhan Yesus Kristus (#/TB 1Tim 2:5*), yang sudah dikaruniakan oleh Allah kepada kita, untuk menjadi bagi kita hikmat, kebenaran, kesucian dan penebusan yang sempurna (#/TB 1Kor 1:30*).

 

T: 19. Dari manakah saudara dapat mengetahui itu?

J:  Dari janji Kabar Kesukaan yang suci, yang mula-mula dinyatakan oleh Allah di taman Firdaus (#/TB Kej 3:15*), kemudian disuruh kabarkan oleh bapa-bapa segala orang beriman (Abraham, Ishak, Yakub, dll.) (#/TB Kej 22:18*) dan nabi-nabi yang suci (#/TB Kis 10:43*), dan disuruh bayangkan dengan kurban-kurban dan lain-lain upacara Hukum Taurat Allah (#/TB Ibr 10:1*), akhirnya dipenuhi oleh AnakNya yang Tunggal (#/TB Rom 10:4*).

 

 

 

KATEKISMUS HEIDELBERG

Minggu ke-7

BAGIAN II: TENTANG KELEPASAN MANUSIA

 

T: 20. Semuakah manusia diselamatkan oleh Kristus, sebagaimana mereka sudah terkutuk karena Adam?

J:  Tidak (#/TB Mat 7:14*), melainkan mereka itu saja, yang karena iman yang sejati dihisabkan padaNya dan menerima segala kebajikanNya (#/TB Yoh 1:12*).

 

T: 21. Apakah iman yang sejati itu?

J:  Iman yang sejati itu bukan saja pengetahuan yang pasti, sehingga saya mengaku benar segala sesuatu yang dinyatakan oleh Allah dengan Firmannya kepada kita (#/TB Ibr 11:1,3*), melainkan juga kepercayaan yang teguh (#/TB Rom 10:10*), yang ditanam oleh Roh Kudus (#/TB Ef 2:8), di dalam hati saya dengan Injil (#/TB Rom 10:17*), bahwa keampuhan dosa, kebenaran dan keselamatan yang kekal (#/TB Gal 3:11*), sudah dianugerahkan oleh karena karunia Tuhan dan pahala Kristus saja (#/TB Rom 3:24*), bukan hanya kepada orang lain saja, melainkan juga kepada saya.

 

T: 22. Apakah yang harus dipercayai oleh seorang Kristen?

J:  Segala yang telah dijanjikan dalam Injil kepada kita (#/TB Yoh 20:31*), yaitu yang diajarkan secara ringkas kepada kita dalam pasal-pasal pengakuan iman orang-orang Kristen, yang am dan pasti.

 

T: 23. Bagaimanakah bunyi pasal-pasal pengakuan iman itu?

 

J:

1. Aku percaya kepada Allah Bapa yang mahakuasa, Khalik langit

dan bumi.

2. Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita,

3. yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria,

4. yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan,

mati, dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut,

5. pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati,

6. naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa,

7. dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang

mati,

8. Aku percaya kepada Roh Kudus;

9. gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus;

10. pengampunan dosa;

11. kebangkitan daging;

12. dan hidup yang kekal.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...