Berani Hidup Damai Saat Dunia Mudah Terbakar oleh Perbedaan
Ayat dasar: Roma 12:18
Di zaman sekarang, perbedaan sering dijadikan alasan untuk saling curiga, saling serang, bahkan saling menjatuhkan. Satu kata bisa memicu pertengkaran. Satu sikap bisa memecah hubungan. Padahal masyarakat yang sehat bukan masyarakat yang tidak berbeda, melainkan masyarakat yang tahu cara hidup dalam perbedaan dengan damai. Firman Tuhan dalam Roma 12:18 berkata, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.”
Ayat ini sangat kuat karena tidak meminta kita menunggu semua orang menjadi sempurna terlebih dahulu. Tuhan justru memanggil setiap orang percaya untuk mengambil bagian dalam perdamaian. Artinya, damai bukan hanya hasil keadaan, tetapi pilihan iman. Orang yang dewasa secara rohani tidak mudah terpancing oleh provokasi. Ia tidak menjadikan perbedaan sebagai senjata, tetapi sebagai ruang untuk menunjukkan kasih dan kebijaksanaan.
Moderasi beragama bukan berarti kehilangan keyakinan. Moderasi berarti tetap teguh pada iman, tetapi tidak brutal terhadap perbedaan. Tetap berprinsip, tetapi tidak memusuhi. Tetap yakin, tetapi tetap rendah hati. Inilah sikap yang sangat dibutuhkan dalam masyarakat majemuk, sebab perpecahan tidak akan pernah membangun apa pun. Yang membangun adalah hormat, pengertian, dan kesediaan untuk hidup berdampingan dengan damai.
Peneguhan:
Orang yang damai bukan orang yang lemah, tetapi orang yang kuat menahan ego. Dan justru dari hati yang damai, masyarakat bisa dibangun menjadi ruang hidup bersama yang lebih manusiawi.
Komentar
Posting Komentar