Langsung ke konten utama

BAGIAN II: TENTANG KELEPASAN MANUSIA T: 24. Dibagi atas berapa bagiankah Pengakuan iman itu?


Memahami Pengakuan Iman: Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus

Pengakuan iman Kristen mengajarkan sesuatu yang sangat penting, yaitu bahwa iman kita tidak berdiri pada pikiran manusia, melainkan pada penyataan Allah sendiri. Dalam bagian ini, kita belajar bahwa pengakuan iman dibagi atas **tiga bagian**: pertama tentang **Allah Bapa dan penciptaan kita**, kedua tentang **Allah Anak dan penebusan kita**, dan ketiga tentang **Allah Roh Kudus dan pengudusan kita**. Pembagian ini membantu kita memahami pekerjaan Allah dalam hidup manusia secara lebih jelas dan teratur.

Artinya, seluruh hidup orang percaya tidak lepas dari karya Allah. Allah Bapa menciptakan kita, Allah Anak menebus kita dari dosa, dan Allah Roh Kudus memimpin kita kepada hidup yang kudus. Dengan kata lain, iman Kristen bukan hanya percaya bahwa Allah itu ada, tetapi juga percaya bahwa Allah bekerja di dalam hidup kita dari awal sampai akhir. Inilah yang membuat pengakuan iman menjadi sangat penting, karena ia menolong orang Kristen mengenal siapa Allah dan apa yang sudah dikerjakan-Nya bagi manusia.


## Allah itu Esa, tetapi Menyatakan Diri sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus

Pertanyaan berikutnya sangat menarik: kalau Allah itu satu, mengapa kita menyebut-Nya Bapa, Anak, dan Roh Kudus? Jawabannya adalah karena demikianlah Allah menyatakan diri-Nya di dalam Firman. **Ulangan 6:4** menegaskan bahwa Tuhan itu esa, artinya hanya ada satu Allah yang benar. Jadi orang Kristen tidak percaya kepada tiga Allah, melainkan kepada **satu Allah yang menyatakan diri dalam tiga oknum** yang berbeda, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus.


Kebenaran ini memang tidak mudah dijelaskan dengan logika manusia sepenuhnya, tetapi Alkitab dengan jelas menyatakannya. **1 Yohanes 5:7** memberi kesaksian bahwa ada tiga yang memberi kesaksian di surga: Bapa, Firman, dan Roh Kudus, dan ketiganya adalah satu. Sementara itu, **2 Korintus 13:13** menunjukkan berkat Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus. Ayat-ayat ini menolong kita memahami bahwa Allah yang esa itu hadir dan bekerja sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

## Apa Artinya bagi Orang Kristen?


Bagi orang Kristen, pengajaran ini sangat penting karena menolong kita memahami hubungan kita dengan Allah. Kita mengenal **Bapa** sebagai Pencipta yang penuh kasih dan pemelihara hidup kita. Kita mengenal **Anak**, yaitu Yesus Kristus, sebagai Juruselamat yang menebus kita dari dosa. Kita juga mengenal **Roh Kudus** sebagai Penolong yang memimpin kita untuk hidup benar dan kudus.

Dengan demikian, pengakuan iman bukan sekadar kalimat yang dihafalkan, tetapi pengenalan akan Allah yang hidup. Ketika kita menyebut Allah sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus, kita sedang mengakui karya Allah yang sempurna dalam hidup kita. Semua bagian ini saling berkaitan: Bapa mencipta, Anak menebus, dan Roh Kudus menguduskan.


## Penutup

Jadi, pengakuan iman Kristen dibagi atas tiga bagian karena Allah bekerja dalam tiga karya besar: penciptaan, penebusan, dan pengudusan. Meskipun Allah hanya satu, Ia menyatakan diri sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Inilah iman Kristen yang sejati, yaitu iman kepada Allah yang esa, benar, dan kekal, yang menyatakan kasih-Nya kepada manusia melalui tiga pribadi yang ilahi.

*.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...