Ayat dasar: Wahyu 11:18
Kerusakan lingkungan hari ini semakin nyata. Cuaca tidak menentu, tanah mulai rusak, air tercemar, dan sampah menumpuk di banyak tempat. Semua ini seharusnya menyadarkan manusia bahwa alam tidak bisa diperlakukan seenaknya. Dalam Wahyu 11:18, Alkitab menegaskan bahwa Allah akan membinasakan mereka yang membinasakan bumi. Ayat ini sangat tajam dan menjadi peringatan serius bagi setiap orang percaya.
Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan peduli terhadap ciptaan-Nya. Manusia bukan pemilik mutlak bumi, melainkan pengelola yang harus bertanggung jawab. Karena itu, ekoteologi bukan sekadar wacana, melainkan panggilan iman untuk hidup bijaksana terhadap alam. Gereja dan jemaat harus menjadi teladan dalam menjaga kebersihan, menghemat sumber daya, dan mencintai lingkungan.
Bagi umat Kristen, merawat bumi bukan pekerjaan kecil. Ini adalah tugas rohani yang menunjukkan bahwa kita menghargai anugerah Tuhan. Jika kita ingin generasi mendatang hidup sehat dan aman, maka mulai sekarang kita harus berubah. Jangan tunggu bumi rusak total baru kita peduli. Saat ini adalah waktunya untuk bertobat dalam cara kita memperlakukan ciptaan Tuhan.
Peneguhan:
Tuhan tidak memberikan bumi untuk dihancurkan, tetapi untuk dipelihara. Orang percaya dipanggil menjadi penjaga, bukan perusak.
Komentar
Posting Komentar