Langsung ke konten utama

Damai Tidak Tumbuh di Hati yang Suka Membenci

 

Moderasi Beragama: Hidup Rukun dalam Masyarakat Majemuk


Ayat dasar: Kolose 3:15

Masyarakat yang beragam dapat menjadi kekayaan, tetapi juga dapat menjadi sumber konflik jika hati manusia dipenuhi prasangka. Perbedaan agama, suku, adat, bahasa, dan kebiasaan akan selalu ada. Persoalannya bukan pada perbedaan itu sendiri, tetapi pada sikap manusia terhadap perbedaan. Apakah kita mau membangun jembatan, atau justru sibuk membuat tembok?

Kolose 3:15 berkata, “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh.” Damai tidak cukup hanya menjadi kata-kata di spanduk atau pidato. Damai harus memerintah dalam hati. Jika hati penuh iri, benci, dan rasa ingin menang sendiri, maka ucapan tentang toleransi akan menjadi kosong.

Masyarakat Cabang Waicimung diajak memahami bahwa hidup rukun bukan berarti semua orang harus memiliki keyakinan yang sama. Hidup rukun berarti setiap orang menghormati hak orang lain, menjaga perkataan, tidak menyebarkan fitnah, serta bekerja sama dalam hal-hal yang baik bagi masyarakat. Orang Kristen dapat tetap setia kepada Kristus sambil menjadi tetangga yang ramah, warga yang bertanggung jawab, dan pembawa damai.

Moderasi beragama bukan mencampuradukkan ajaran, melainkan menjalankan iman dengan kedewasaan. Orang yang sungguh kuat dalam iman tidak perlu menghina orang lain untuk membuktikan keyakinannya. Ia akan menunjukkan imannya melalui kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan perbuatan baik.

Cara Membangun Kerukunan

  • Berhenti menyebarkan informasi yang belum jelas dan dapat memicu konflik.

  • Menghormati waktu, tempat, dan kegiatan ibadah sesama warga.

  • Mengutamakan dialog ketika terjadi perbedaan pendapat.

  • Berpartisipasi dalam kerja sosial lintas kelompok untuk kepentingan bersama.

  • Menjaga ucapan agar tidak menyinggung atau merendahkan keyakinan lain.

  • Mengajarkan anak-anak bahwa perbedaan bukan alasan untuk membenci.

Penutup

Kolose 3:15 mengajak kita membiarkan damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati. Masyarakat yang rukun lahir dari orang-orang yang memilih kasih daripada prasangka dan dialog daripada pertengkaran.

Renungan: Apakah hati kita menjadi tempat damai Kristu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...