Langsung ke konten utama

RENUNGAN PPA

 

 

*Tema: MENJADI SALURAN KASIH DI "RUMAH BERSAMA" KEMENAG*

*Nats: Kolose 3:23 & 1 Yohanes 3:18*

 

*1. PENGANTAR

Syalom Bapak Ibu rekan-rekan ASN yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Puji Tuhan di tengah padatnya rutinitas, kita masih diberi waktu untuk bersekutu dalam PPA hari ini.

Mari jujur. Tiap pagi saat kita pakai seragam dinas dan berkendara ke kantor, apa yang ada di pikiran kita? Seringkali sebelum absen pun kepala sudah penuh. Mikir mesin absen jangan lewat jam 8 biar tukin tidak terpotong, mikir tumpukan berkas di meja, laporan realisasi anggaran yang dikejar deadline, aplikasi kinerja yang kadang macet.

Kita tiba di kantor yang kita sebut "Rumah Bersama" Kementerian Agama. Lembaga yang membawa nama sakral: Agama. Di sinilah beban kita. Masyarakat tidak hanya melihat kita sebagai pegawai yang mengurus administrasi negara, tapi sebagai cerminan moral. Kita dituntut harus selalu damai, rukun, dan penuh kasih, padahal kita sendiri juga lelah dan tertekan.

Firman Tuhan hari ini menjawab kelelahan kita itu.

 

*2. LATAR BELAKANG FIRMAN

Mari kita lihat dua ayat ini.

*Pertama, Kolose 3:23:* _"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."_

Surat Kolose ditulis Rasul Paulus saat dia di dalam penjara di Roma, sekitar tahun 60-62 M. Jemaat di Kolose sedang bingung karena ajaran sesat yang mencampur iman dengan filsafat manusia.

Di pasal 3 ini, Paulus tidak sedang khotbah untuk pendeta. Dia bicara untuk orang biasa yang bekerja setiap hari: suami, istri, anak, dan yang paling ditekankan di ayat 22-25 adalah para hamba atau budak dan tuan.

Pada zaman itu budak adalah pekerja kasar yang statusnya paling rendah. Kerja hanya karena takut dihukum tuannya. Sering diperlakukan tidak adil.

Paulus bilang: Hai hamba-hamba, sekalipun tuanmu di dunia tidak adil dan tidak melihat kerjamu, bekerjalah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan.

*Apa maknanya untuk kita ASN Kemenag?*

Kadang kita merasa seperti hamba itu. Kerja sudah maksimal, tapi tidak dilihat atasan, sistem berubah-ubah, laporan tidak dihargai. Paulus mau bilang: ubah bosmu. Bos kita bukan Kepala Kantor, bukan manusia. Bos kita adalah Tuhan. Kalau kita kerja untuk Tuhan, kita tidak gampang kecewa, tidak asal-asalan, dan tidak cari muka. Lelah kita berubah jadi ibadah.

 

*Kedua, 1 Yohanes 3:18:* _"Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."_

Surat ini ditulis Rasul Yohanes saat dia sudah sangat tua, sekitar tahun 85-95 M, rasul terakhir yang masih hidup. Jemaat sedang pecah karena ada kelompok yang mengaku Kristen tapi hidupnya tidak benar. Mereka pintar bicara kasih, pintar berteologi, tapi praktiknya saling membenci dan tidak peduli pada saudara yang miskin.

 

Jadi Yohanes dengan bahasa seorang bapa yang sayang anaknya, dia panggil "Anak-anakku...". Dia menegur keras: Jangan jadi Kristen yang jago di mulut. Kasih itu harus ada buktinya.

*Makna untuk kita:* Kita di Kemenag sangat mudah mengucapkan kata kasih, rukun, moderasi. Itu ada di spanduk kita. Tapi Yohanes tanya: mana buktinya? Buktinya bukan di kata-kata, tapi di meja pelayanan.

 

*3. PERGUMULAN NYATA

Di mana kasih itu diuji? Bukan saat kita duduk menyanyi di persekutuan seperti sekarang. Kasih diuji Senin sampai Jumat.

Bayangkan kejadian nyata: Siang hari, sudah lelah dan lapar, tiba-tiba datang masyarakat dari desa terpencil yang tidak paham alur administrasi. Bertanya berulang-ulang, berkasnya salah semua. Apakah kita masih bisa menjawab dengan senyum tulus, atau suara kita mulai meninggi?

Atau dengan rekan kerja. Kita di Kemenag bekerja dengan banyak seksi dan latar belakang agama yang berbeda. Kadang ada ego sektoral, pembagian tugas yang dirasa tidak adil, rekan yang karakternya sulit. Apakah kita pilih membicarakannya di belakang, atau kita tetap profesional menjaga perdamaian?

Jadi kedua ayat ini saling melengkapi: Kolose bicara tentang *MOTIVASI* kerja, untuk siapa kita bekerja. 1 Yohanes bicara tentang *BUKTI* kerja, bagaimana kasih itu kita tunjukkan.

 

*4. PENUTUP & KOMITMEN

Rekan-rekan terkasih, mari akui kita sering gagal. Sering mengeluh, kehilangan sabar, dan membawa masalah rumah ke kantor.

Tapi hari ini Tuhan ingatkan bahwa meja kerja kita adalah mimbar khotbah kita yang sesungguhnya. Jauh lebih efektif daripada kata-kata di bibir, karakter hidup kita di kantorlah yang akan menceritakan siapa Tuhan yang kita sembah.

Kasih di Kemenag bukan berarti harus mengkhotbahi rekan yang beda keyakinan setiap hari. Bukan itu. Kasih yang nyata adalah ketika mereka melihat kita sebagai ASN Kristen yang paling jujur saat memegang anggaran, paling siap membantu seksi lain yang kesusahan, dan menjadi orang pertama yang meredam konflik di rapat.

Mari kita jadikan Kantor Kemenag ini tempat yang sejuk. Biarlah komunitas Kristen di sini tidak menjadi kelompok eksklusif, melainkan kelompok yang paling rajin menabur damai dan paling konsisten dalam integritas.

Ingatlah, lelah kita melayani dengan jujur tidak akan pernah sia-sia. Tuhan melihat setiap ketulusan yang tersembunyi, bahkan ketika manusia tidak memujinya.

Tuhan Yesus memampukan kita menjadi saluran kasih-Nya hari ini dan seterusnya. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...