Anak Kristen Suka Menolong
Ayat dasar: Ibrani 13:16
Banyak anak berpikir bahwa menolong hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa yang kuat, kaya, atau memiliki banyak barang. Padahal anak-anak pun dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Mereka dapat membantu orang tua di rumah, menolong teman yang kesulitan belajar, berbagi bekal, menghibur teman yang sedih, membersihkan lingkungan, atau mendoakan orang sakit. Menolong tidak selalu membutuhkan uang. Menolong membutuhkan hati yang mau peduli.
Ibrani 13:16 berkata, “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.” Ayat ini mengajarkan bahwa tindakan baik adalah persembahan yang menyenangkan hati Tuhan. Saat anak menolong dengan tulus, ia sedang beribadah melalui perbuatannya.
Menolong Karena Kasih, Bukan Karena Pujian
Ada anak yang mau membantu hanya jika dilihat orang tua atau guru. Ada yang membantu lalu terus mengungkit jasanya. Ada juga yang menolong supaya dipuji. Namun kasih yang sejati tidak mencari pujian. Kasih menolong karena melihat kebutuhan orang lain.
Anak-anak di Cabang Palicuk Temung diajak memahami bahwa menolong tidak boleh dilakukan untuk membuat diri sendiri terlihat hebat. Menolong adalah cara menunjukkan bahwa hati kita peduli. Ketika seorang anak melihat temannya kesulitan membawa barang lalu membantunya, itu kasih. Ketika seorang anak membagikan bekal tanpa membuat temannya malu, itu kasih. Ketika seorang anak membantu orang tua tanpa harus diminta berkali-kali, itu kasih.
Tindakan kecil yang dilakukan dengan tulus dapat menjadi besar di mata Tuhan. Mungkin tidak ada orang yang memuji. Mungkin tidak ada yang melihat. Tetapi Tuhan melihat hati yang mau berbuat baik.
Menolong Membentuk Hati yang Peduli
Anak yang suka menolong tidak hanya belajar melakukan pekerjaan. Ia sedang membentuk karakter. Ia belajar melihat bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri. Ia belajar memahami bahwa orang lain juga memiliki kebutuhan, kesulitan, dan perasaan.
Kebiasaan menolong akan menolong anak bertumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Anak yang mau membantu di rumah akan lebih siap menjadi anggota keluarga yang peduli. Anak yang mau membantu teman akan tumbuh menjadi pribadi yang peka terhadap sesama. Anak yang suka berbuat baik akan membawa suasana damai di mana pun ia berada.
Namun anak juga perlu memahami bahwa menolong harus dilakukan dengan bijaksana. Jangan menolong teman melakukan kesalahan, seperti mencontek, berbohong, atau menyembunyikan sesuatu yang buruk. Menolong yang benar adalah menolong teman melakukan yang baik dan benar.
Contoh Tindakan Menolong
Membantu orang tua membersihkan rumah tanpa harus disuruh berkali-kali.
Menolong teman yang kesulitan belajar atau membawa barang.
Berbagi makanan dengan teman yang tidak membawa bekal.
Menghibur teman yang sedang sedih atau menangis.
Membantu menjaga kebersihan rumah, kelas, dan gereja.
Mendoakan anggota keluarga atau teman yang sakit.
Mengajak teman yang sendirian untuk bermain atau belajar bersama.
Menolong saudara yang lebih kecil dengan sabar.
Penutup
Ibrani 13:16 mengajarkan agar kita tidak lupa berbuat baik dan memberi bantuan. Anak Kristen tidak perlu menunggu dewasa, kuat, atau kaya untuk menjadi berkat. Setiap anak dapat menolong melalui tangan, perkataan, waktu, dan doa yang dimiliki.
Komentar
Posting Komentar