Langsung ke konten utama

Teman Bisa Menentukan Arah Masa Depan

 

Remaja Bijak Memilih Pergaulan

Ayat dasar: Amsal 13:20

Tidak semua orang yang sering bersama kita layak menjadi teman dekat. Ada teman yang membawa kita semakin rajin belajar, semakin hormat kepada orang tua, dan semakin dekat kepada Tuhan. Namun ada juga teman yang membuat kita mudah berbohong, melawan, malas, ikut pergaulan bebas, dan melakukan hal-hal yang kita tahu sebenarnya salah. Karena itu, remaja harus sadar bahwa memilih teman bukan perkara kecil. Teman dapat membentuk arah hidup.

Amsal 13:20 berkata, “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” Ayat ini sangat tegas. Kita dapat menjadi seperti lingkungan yang paling sering membentuk kita. Jika kita bergaul dengan orang yang suka melakukan kebaikan, kita terdorong melakukan kebaikan. Tetapi jika kita terus berada dalam lingkungan yang merusak, kita dapat terseret sedikit demi sedikit.

Remaja sering takut dianggap tidak setia kawan jika menolak ajakan teman. Padahal, tidak semua ajakan harus diikuti. Menolak ajakan untuk berbohong, minum alkohol, mengganggu orang lain, menonton konten tidak sehat, atau melakukan pergaulan bebas bukan berarti sombong. Itu adalah keberanian untuk menjaga masa depan. Lebih baik kehilangan teman yang mengajak kepada dosa daripada kehilangan arah hidup karena takut ditolak kelompok.

Teman yang baik bukan teman yang selalu membenarkan kita. Teman yang baik berani menegur ketika kita salah. Teman yang baik tidak memaksa, tidak merendahkan, dan tidak membawa kita ke tempat yang membahayakan. Persahabatan Kristen harus menjadi ruang untuk bertumbuh, bukan ruang untuk saling menjatuhkan.

Ciri Pergaulan yang Sehat

  • Membuat remaja lebih dekat kepada Tuhan, keluarga, dan pendidikan.

  • Tidak memaksa melakukan hal yang bertentangan dengan hati nurani.

  • Menghargai batasan dan kehormatan diri.

  • Berani menegur dengan kasih ketika teman melakukan kesalahan.

  • Tidak menjadikan ejekan, kebohongan, atau perilaku buruk sebagai hiburan.

  • Mendorong teman untuk memiliki masa depan yang baik.

Penutup

Amsal 13:20 mengingatkan remaja bahwa teman dapat menentukan arah hidup. Karena itu, remaja GKS Waikambila Bijuk dipanggil untuk memilih pergaulan yang membangun, bukan yang merusak.

Renungan: Apakah teman-teman terdekat saya membawa saya lebih dekat kepada masa depan yang Tuhan kehendaki, atau justru menjauhkan saya darinya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...