Langsung ke konten utama

Kerja Bakti adalah Ibadah yang Menggerakkan Tangan

 

Ekoteologi: Merawat Alam melalui Kerja Bakti


Ayat dasar: Mazmur 24:1

Banyak orang menganggap kerja bakti hanya kegiatan biasa: membersihkan jalan, mengangkat sampah, menata lingkungan, atau memperbaiki saluran air. Padahal bagi orang percaya, kerja bakti dapat menjadi bentuk ibadah yang sangat nyata. Ibadah tidak hanya dilakukan dengan suara yang memuji Tuhan, tetapi juga dengan tangan yang mau menjaga ciptaan-Nya.

Mazmur 24:1 berkata, “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” Ayat ini menegaskan bahwa bumi bukan milik manusia. Karena bumi milik Tuhan, manusia tidak berhak merusaknya dengan semaunya. Kita hanya pengelola yang suatu saat harus mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan terhadap ciptaan Tuhan.

Kerja bakti menjadi salah satu cara masyarakat menunjukkan tanggung jawab itu. Ketika warga membersihkan sampah, menjaga mata air, merawat jalan lingkungan, dan menanam pohon, mereka sedang mengakui bahwa kehidupan bersama perlu dijaga. Lingkungan yang bersih bukan hanya memberi keindahan, tetapi juga menjaga kesehatan, mencegah penyakit, dan memperkuat rasa persaudaraan.

Masyarakat Cabang Palicuk Temung diajak untuk tidak menunggu masalah besar baru bergerak. Jangan menunggu banjir karena saluran tersumbat. Jangan menunggu penyakit menyebar karena sampah menumpuk. Jangan menunggu tanah rusak baru menanam pohon. Tindakan kecil yang dilakukan bersama dapat mencegah masalah besar.

Wujud Nyata Ekoteologi melalui Kerja Bakti

  • Membersihkan halaman rumah, jalan, dan saluran air.

  • Mengelola sampah rumah tangga dengan lebih bertanggung jawab.

  • Menanam pohon atau tanaman yang bermanfaat.

  • Menjaga sumber air agar tidak tercemar.

  • Melibatkan anak-anak dan pemuda dalam kegiatan menjaga lingkungan.

  • Tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan.

Penutup

Mazmur 24:1 mengingatkan bahwa bumi dan segala isinya adalah milik Tuhan. Kerja bakti bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi tindakan iman untuk menjaga apa yang Tuhan percayakan.

Renungan: Jika bumi adalah milik Tuhan, apakah tangan kita sedang merawatnya atau justru ikut merusaknya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...