Langsung ke konten utama

Jangan Bermain-Main dengan Masa Depan

 

Remaja Dipanggil Menjaga Kekudusan

Ayat dasar: 1 Korintus 6:19–20

Masa remaja sering dianggap sebagai masa untuk mencoba segala sesuatu. Namun tidak semua hal layak dicoba, terutama jika dapat merusak tubuh, hati, iman, dan masa depan. Dalam pembinaan pranikah Kristen, remaja perlu memahami bahwa tubuh dan hidup mereka adalah milik Tuhan.

1 Korintus 6:19–20 mengajarkan bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus dan kita telah dibeli dengan harga yang mahal. Karena itu, kita dipanggil untuk memuliakan Allah melalui tubuh dan kehidupan kita. Ayat ini menjadi dasar penting untuk mengajarkan kekudusan, tanggung jawab dalam pergaulan, dan penghormatan terhadap diri sendiri serta orang lain.

Pergaulan yang tidak sehat dapat membawa remaja kepada keputusan yang sulit diperbaiki. Tekanan teman sebaya, hubungan tanpa batas, tontonan yang tidak pantas, dan penggunaan media sosial tanpa kendali dapat membentuk kebiasaan yang menjauhkan seseorang dari kehendak Tuhan. Sering kali sesuatu yang tampak menyenangkan pada awalnya justru meninggalkan luka dan penyesalan di kemudian hari.

Pembinaan pranikah tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti remaja, tetapi untuk melindungi mereka. Remaja perlu diberi pemahaman bahwa kasih tidak pernah memaksa, cinta tidak pernah merendahkan, dan hubungan yang sehat selalu menghormati kekudusan serta masa depan. Remaja harus berani meninggalkan hubungan yang membawa mereka jauh dari Tuhan.

Keluarga Kristen juga memiliki peran penting dalam mendampingi remaja. Orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka, bukan hanya memberi larangan. Gereja dan penyuluh agama perlu memberikan pembinaan yang jujur, ramah, dan sesuai dengan pergumulan remaja masa kini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...