Ekoteologi: Menjaga Tanah dan Pohon
Dewasa Pria dan Wanita Cabang Waideri
Ayat dasar: Amsal 12:10
Tanah dan pohon bukan benda mati yang boleh diperlakukan sembarangan. Tanah memberi makanan. Pohon memberi udara, teduh, air, buah, dan keseimbangan kehidupan. Ketika tanah rusak dan pohon hilang, manusia akan merasakan dampaknya melalui kekeringan, banjir, panas, gagal panen, dan hilangnya sumber kehidupan.
Amsal 12:10 menyatakan bahwa orang benar memperhatikan kehidupan makhluknya. Prinsip ini mengajarkan bahwa kebenaran harus terlihat dalam kepedulian terhadap ciptaan. Orang yang benar tidak hidup dengan keserakahan. Ia tidak hanya berpikir tentang keuntungan hari ini, tetapi juga kehidupan besok.
Masyarakat di Cabang Waideri diajak untuk menjaga tanah, tidak membakar lahan sembarangan, menanam kembali pohon, serta menggunakan sumber daya alam dengan bijak. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok tertentu. Setiap keluarga dan setiap orang memiliki tanggung jawab.
Renungan: Kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang untuk dihabiskan; kita meminjamnya dari anak cucu untuk dijaga.
Komentar
Posting Komentar