Penguatan Iman di Masa Tua
Kunjungan Lansia Cabang Waimaringu
Ayat dasar: Yesaya 46:4
Dalam masyarakat yang terlalu mengagungkan kekuatan, kecepatan, dan produktivitas, lansia kadang dianggap tidak lagi penting. Ketika tubuh melemah dan tenaga berkurang, ada lansia yang merasa tersisih, tidak berguna, atau menjadi beban. Namun pandangan ini tidak sesuai dengan firman Tuhan. Nilai manusia tidak ditentukan oleh seberapa kuat ia bekerja, tetapi oleh kasih Allah yang menciptakan dan memeliharanya.
Yesaya 46:4 menyatakan bahwa sampai masa tua dan rambut beruban, Tuhan tetap memikul, menopang, dan menyelamatkan umat-Nya. Janji ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah pensiun memelihara anak-anak-Nya. Ketika manusia tidak lagi kuat berjalan, Tuhan tetap menggendong. Ketika suara mulai lemah, Tuhan tetap mendengar doa. Ketika masa lalu terasa panjang dan masa depan tampak terbatas, Tuhan tetap setia.
Kunjungan kepada lansia di Cabang Waimaringu menjadi pengingat bagi keluarga dan jemaat agar tidak melupakan orang tua. Lansia membutuhkan perhatian, teman berbicara, doa, serta bantuan dalam kebutuhan sehari-hari. Kehadiran keluarga mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi lansia, hal itu dapat menjadi sumber sukacita yang besar.
Lansia juga tetap memiliki peran. Mereka dapat menjadi pendoa bagi keluarga, pencerita iman bagi cucu, dan sumber hikmat bagi generasi muda. Pengalaman hidup mereka mengajarkan bahwa Tuhan setia di dalam berbagai musim. Karena itu, generasi muda perlu belajar duduk, mendengar, dan menghargai mereka.
Renungan: Jangan menunggu seseorang tidak ada baru kita menyadari betapa berharganya kehadiran dan nasihatnya.
Komentar
Posting Komentar