Jangan Merusak Rumah yang Akan Ditinggali Anak Cucu
Ayat dasar: Galatia 6:9
Kerusakan lingkungan tidak selalu terjadi karena tindakan besar. Sering kali kerusakan dimulai dari kebiasaan kecil yang terus dibiarkan: membuang sampah sembarangan, menebang pohon tanpa menanam kembali, membiarkan sumber air tercemar, dan tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Galatia 6:9 berkata, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” Ayat ini mengajarkan pentingnya kesetiaan dalam melakukan kebaikan. Merawat alam memang tidak selalu memberikan hasil secara cepat, tetapi setiap tindakan baik akan menghasilkan manfaat bagi kehidupan.
Menanam pohon hari ini mungkin tidak langsung memberikan teduh. Membersihkan lingkungan hari ini mungkin tidak langsung mengubah seluruh kampung. Namun semua tindakan itu adalah bentuk tanggung jawab terhadap masa depan. Anak cucu kita akan hidup dalam lingkungan yang kita tinggalkan. Jika kita meninggalkan kerusakan, mereka akan mewarisi masalah. Jika kita meninggalkan kelestarian, mereka akan menikmati kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, jemaat dipanggil untuk tidak jemu melakukan hal-hal baik bagi lingkungan. Gotong royong, penghijauan, pengelolaan sampah, dan pemeliharaan sumber air harus menjadi bagian dari kehidupan bersama. Kepedulian terhadap alam tidak boleh hanya dilakukan ketika ada program atau kegiatan tertentu, tetapi harus menjadi kebiasaan.
Komentar
Posting Komentar