Langsung ke konten utama

Kasih adalah Nafas Rumah Tangga

 

Penerapan Nilai Kristiani: Kasih dalam Rumah Tangga

Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera Cabang Waimoru
Ayat dasar: 1 Korintus 13:4–7

Rumah bisa besar, perabot bisa lengkap, dan penghasilan bisa cukup, tetapi tanpa kasih, rumah tetap dapat menjadi tempat yang dingin. Banyak keluarga memiliki tempat tinggal, tetapi tidak memiliki kehangatan. Ada keluarga yang makan bersama, tetapi tidak lagi saling berbicara. Ada pasangan yang tinggal serumah, tetapi memendam luka dan kemarahan. Ada anak-anak yang dipenuhi kebutuhan materi, tetapi kekurangan perhatian dan pelukan. Semua ini menunjukkan bahwa keluarga tidak hanya membutuhkan kemampuan ekonomi; keluarga membutuhkan kasih.

1 Korintus 13:4–7 mengajarkan bahwa kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak kasar, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ini adalah gambaran kasih yang tidak mudah. Kasih menurut Alkitab bukan sekadar perasaan senang, melainkan keputusan untuk menghormati, mengampuni, dan melayani.

Kasih diuji ketika suami dan istri berbeda pendapat. Kasih diuji saat anak melakukan kesalahan. Kasih diuji ketika ekonomi keluarga sedang sulit. Kasih diuji ketika seseorang merasa lelah dan tidak dihargai. Pada saat itulah keluarga Kristen perlu memilih: apakah akan membalas dengan emosi, atau merespons dengan kasih yang bijaksana?

Keluarga di Cabang Waimoru diajak untuk membangun budaya kasih dalam tindakan kecil. Mengucapkan terima kasih, meminta maaf, tidak mempermalukan anggota keluarga, mendengar tanpa memotong pembicaraan, dan mendoakan satu sama lain adalah bentuk kasih yang nyata. Jangan menunggu ada masalah besar baru menunjukkan kepedulian. Kasih harus menjadi kebiasaan sehari-hari.

Renungan: Jangan sampai kita ramah kepada orang lain di luar rumah, tetapi menjadi kasar kepada orang yang tinggal bersama kita di dalam rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...