Pembinaan Pranikah Remaja Kristen: Membangun Rumah Tangga yang Kudus
Gereja Pusat Jemaat Waikambila Bijuk
Ayat dasar: Kejadian 2:24
Banyak remaja melihat pernikahan dari sisi yang paling terlihat: pesta, pakaian, foto, dan kebahagiaan. Namun pernikahan jauh lebih dalam daripada itu. Pernikahan adalah perjanjian suci yang menuntut dua orang untuk belajar meninggalkan ego, membangun kesetiaan, saling melayani, dan hidup dalam tanggung jawab.
Kejadian 2:24 berkata bahwa seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya, bersatu dengan istrinya, dan keduanya menjadi satu daging. Ayat ini menunjukkan bahwa pernikahan merupakan kesatuan hidup. Bukan dua orang yang hanya tinggal bersama, tetapi dua pribadi yang membangun komitmen di hadapan Tuhan.
Pembinaan pranikah bagi remaja bukan berarti mengajak mereka cepat menikah. Sebaliknya, pembinaan ini menolong remaja memahami bahwa kesiapan pernikahan dimulai dari karakter. Remaja perlu belajar mengendalikan emosi, menjaga kesucian, menyelesaikan pendidikan, bertanggung jawab terhadap keputusan, menghormati tubuh sendiri dan orang lain, serta membangun relasi yang sehat.
Jangan sampai remaja mengejar hubungan hanya karena takut sendiri atau ingin dianggap dewasa. Pernikahan tidak akan menyelesaikan masalah karakter yang belum dibereskan. Jika seseorang tidak mau belajar jujur, setia, dan bertanggung jawab sejak muda, maka ia akan membawa masalah itu ke dalam rumah tangga.
Renungan: Jangan terburu-buru mencari pasangan jika diri sendiri belum belajar menjadi pribadi yang siap membangun keluarga.
Komentar
Posting Komentar