Langsung ke konten utama

Menanam Hari Ini, Menjaga Masa Depan

Ekoteologi: Menanam dan Merawat Tanaman

Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera Cabang Waicimung
Ayat dasar: Mazmur 1:3

Pohon tidak tumbuh dalam satu malam. Tanaman tidak berbuah hanya karena ditanam. Ia membutuhkan tanah yang baik, air yang cukup, sinar matahari, perlindungan dari hama, serta tangan yang mau merawat dengan sabar. Demikian juga kehidupan keluarga dan iman seseorang. Tidak ada karakter kuat yang dibentuk secara instan. Tidak ada keluarga yang sehat tanpa ketekunan, doa, dan kesediaan saling merawat.

Mazmur 1:3 menggambarkan orang yang hidup menurut firman Tuhan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air. Pohon itu menghasilkan buah pada musimnya dan tidak layu daunnya. Gambaran ini mengajarkan bahwa orang yang berakar dalam Tuhan akan memiliki daya tahan ketika menghadapi musim sulit. Ia tidak mudah kering karena sumber kehidupannya bukan hanya keadaan, tetapi firman Tuhan.

Menanam dan merawat tanaman menjadi pelajaran rohani yang sangat kuat. Ketika keluarga menanam pohon, mereka belajar melihat masa depan. Mereka mungkin tidak langsung menikmati hasilnya, tetapi anak-anak dan cucu dapat menikmati buah, teduh, dan udara bersih yang dihasilkan. Di sinilah kasih kepada generasi mendatang diwujudkan.

Keluarga di Cabang Waicimung diajak untuk tidak meremehkan pekerjaan kecil seperti menyiram tanaman, membersihkan kebun, dan menjaga pohon. Tindakan itu dapat menjadi pendidikan karakter bagi anak-anak. Mereka belajar bahwa segala sesuatu yang baik membutuhkan proses. Mereka belajar bahwa kehidupan tidak hanya tentang mengambil hasil, tetapi juga merawat sumber kehidupan.

Renungan: Orang yang hanya mau menikmati hasil tanpa mau merawat proses sedang kehilangan pelajaran penting tentang kesetiaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbuhkan Toleransi dan Harmoni, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Sumba Tengah Laksanakan Penyuluhan

Waibakul, 9 Februari 2026 – Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, Alfred Umbu Oka, S.Pd., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di GKS Waikambila Bijuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pelayanan keagamaan kepada umat binaan dalam rangka memperkuat iman, karakter, dan sikap kebangsaan jemaat. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan materi pembinaan iman dengan tema “Mensyukuri Keragaman dalam Pendidikan dan Masyarakat Indonesia”. Materi ini diikuti oleh Kepala Sekolah SD Masehi Waiwakus sekaligus sekaligus mantan guru dan warga jemaat yang tergabung dalam Kelompok Keluarga Kristen Bahagia Sejahtera di GKS Waikambila Bijuk. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman hidup para peserta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleran, saling menghargai perbedaan, serta membiasakan diri hidup ...

Lansia masih bekerja di kebun

Masih Kuat di Usia Senja: Teladan Juma Rangga Ronja yang Menguatkan Iman Di sa at banyak orang mulai mengeluh ketika usia belum terlalu tua, ada seorang lansia bernama Juma Rangga Ronja dari Umapaohi, Desa Bolu Bokat Utara, GKS Waikambila Bijuk Ranting Wairewa, yang justru menunjukkan keteguhan hidup yang luar biasa. Pada usianya yang telah mencapai 96 tahun, beliau masih tetap kuat, masih sanggup bekerja di kebun, dan masih menjalani hari-harinya dengan semangat yang tidak mudah padam. Kesaksian hidup seperti ini bukan hanya mengagumkan, tetapi juga menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Pada kesempatan yang penuh makna ini, Alfred Umbu Oka, S.Pd., selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah, hadir memberikan penguatan rohani melalui doa bagi Juma Rangga Ronja. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelayanan kasih yang meneguhkan bahwa orang tua tetap dihargai, tetap diperhatikan, dan tetap layak menerima pe...

PENGUATAN ROHANI DI RSUD WAIBAKUL: SAAT DOA JADI OBAT AJAIB

Pelayanan Bimbingan Rohani di RSUD Waibakul: Menabur Benih Harapan di Tengah Sakit Oleh: Alfred Umbu Oka, S.Pd. Penyuluh Agama Kristen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah Pagi ini, hati saya dipenuhi sukacita saat saya melaksanakan penyuluhan bimbingan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul. Sebagai penyuluh yang telah lama melayani di pelosok Sumba Tengah, kesempatan ini seperti panggilan surgawi—membawa terang Kristus ke ruang-ruang penuh erangan sakit, di mana jiwa sering lebih lemah daripada tubuh. Langkah awal kami adalah melapor diri secara resmi ke kantor rumah sakit, lengkap dengan Surat Keputusan (SK) pembagian tugas kelompok sasaran. Saya disambut ramah oleh Ibu Kepala Tata Usaha, Katrina T. Lawang, S.KM. Beliau tak hanya beri dukungan administratif, tapi sampaikan apresiasi tulus: "Kami bersyukur sekali dengan adanya penyuluh agama seperti Bapak/ibu, bisa memberikan penguatan rohani melalui doa bagi setiap pasien." Kata-kata itu seper...