Tuhan Sumber Pengharapan dalam Sakit
Kelompok Bimbingan Konseling Rohani di RSUD Waibakul
Ayat dasar: Mazmur 34:18
Sakit dapat membuat seseorang merasa kecil, takut, dan kehilangan kendali. Ketika tubuh melemah, hasil pemeriksaan belum pasti, dan biaya pengobatan menjadi beban, hati manusia mudah dipenuhi kecemasan. Keluarga yang mendampingi juga sering ikut lelah secara fisik dan emosional. Dalam keadaan seperti itu, pengharapan rohani menjadi sangat penting.
Mazmur 34:18 menyatakan bahwa Tuhan dekat kepada orang-orang yang patah hati dan menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Tuhan tidak menjauh dari ruang perawatan. Tuhan hadir ketika pasien berdoa dengan suara lemah. Tuhan hadir ketika keluarga menangis. Tuhan hadir ketika manusia tidak lagi tahu harus berbuat apa.
Bimbingan konseling rohani di RSUD Waibakul menjadi pengingat bahwa pengharapan Kristen bukan berarti pasien tidak boleh merasa takut atau sedih. Pengharapan Kristen berarti di tengah rasa takut dan kesedihan itu, manusia tetap memilih percaya kepada Tuhan. Doa tidak selalu membuat proses pengobatan menjadi mudah, tetapi doa memberi kekuatan agar manusia tidak menjalani proses itu sendirian.
Pasien dan keluarga diajak untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Mereka boleh mencari pertolongan medis dengan sungguh-sungguh, tetapi juga tetap menyerahkan hidup kepada Tuhan. Firman Tuhan menjadi sumber damai ketika keadaan belum berubah dan menjadi kekuatan untuk melangkah satu hari demi satu hari.
Renungan: Ketika semua penopang manusia terasa goyah, Tuhan tetap dekat. Ia tidak selalu mengangkat kita dari masalah seketika, tetapi Ia tidak pernah meninggalkan kita di dalamnya.
Penutup
Rangkaian bimbingan dan penyuluhan Agama Kristen selama bulan Agustus 2026 bukan sekadar daftar kegiatan atau materi yang harus diselesaikan. Semua tema yang dibahas merupakan panggilan untuk menghidupi iman dalam keadaan nyata. Keluarga dipanggil untuk mengasihi dan saling menolong. Anak-anak dipanggil untuk menghormati orang tua serta mengasihi teman. Pemuda dan remaja dipanggil menjaga kesucian dan masa depan. Lansia diteguhkan bahwa mereka tetap berharga. Masyarakat dipanggil hidup rukun. Umat juga diajak merawat tanah, pohon, kebersihan, dan seluruh ciptaan Tuhan.
Komentar
Posting Komentar